Kamis, 08 Mei 2014

Tulisan 1 ETIKA & PROFESIONALISME TSI

1. ETIKA

Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai nilai yang berlaku.

Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu:
Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su).
Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak.
2. PROFESI
Profesi berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi: kegiatan “apa saja” dan “siapa saja” untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keah-lian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.
Pengertian profesi dapat dibedakan menjadi: pertama: profesi pada umumnya. Kedua: profesi luhur atau mulia (officium noble). Profesi pada umumnya adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian yang khusus. Persyaratan adanya keahlian yang khusus inilah yang membedakan antara pengertian profesi dengan pekerjaan walaupun bukan mejadi garis pemisah yang tajam antara keduanya. Sedangkan yang dimaksud dengan profesi luhur, yaitu profesi yang pada hakikatnya merupakan suatu pelayanan pada manusia atau masyarakat. Orang yang melaksanakan profesi luhur sekalipun mendapatkan nafkah (imbalan) dari pekerjaannya, namun itu bukanlah motivasi utamanya.
Pekerjaan tidak sama dengan profesi. Istilah yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam adalah sebuah profesi sudah pasti menjadi sebuah pekerjaan, namun sebuah pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi. Profesi memiliki mekanisme serta aturan yang harus dipenuhi sebagai suatu ketentuan, sedangkan sebaliknya pekerjaan tidak memiliki aturan yang rumit seperti itu. Hal inilah yang harus diluruskan di masyarakat, karena hampir semua orang menganggap bahwa pekerjaan dan profesi adalah sama.
3. PROFESIONALISME
Dalam Kamus Kata-Kata Serapan Asing Dalam Bahasa Indonesia, karangan J.S. Badudu (2003), definisi profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau ciri orang yang profesional. Sementara kata profesional sendiri berarti: bersifat profesi, memiliki keahlian dan keterampilan karena pendidikan dan latihan, beroleh bayaran karena keahliannya itu.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa profesionalisme memiliki dua kriteria pokok, yaitu keahlian dan pendapatan (bayaran). Kedua hal itu merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan. Artinya seseorang dapat dikatakan memiliki profesionalisme manakala memiliki dua hal pokok tersebut, yaitu keahlian (kompetensi) yang layak sesuai bidang tugasnya dan pendapatan yang layak sesuai kebutuhan hidupnya.
4. CIRI-CIRI PROFESIONALISME
Memiliki keterampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yangbersangkutan dengan bidang tadi.
Memiliki ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
Memiliki sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya.
Memiliki sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.
5. KODE ETIK PROFESI
Kode etik profesi dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda atau pedoman etis dalam melakukan sebuah kegiatan, pekerjaan bahkan perilaku. Kode etik suatu profesi adalah norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi dalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam mengarungi kehidupannya dalam masyarakat. Norma-norma tersebut berisi petunjuk-petunjuk bagi para anggota profesi tentang bagaimana mereka melaksanakan profesinya. Dalam kode etik, profesi juga terdapat larangan-larangan, yaitu ketentuan-ketentuan tentang apa yang tidak boleh diperbuat atau dilaksanakan oleh mereka yang merupakan anggota profesi. tidak hanya itu, kode etik profesi pun, berisi tentang tingkah laku anggota profesi pada umumnya dalam pergaulan sehari-hari di dalam masyarakat. Dengan demikian kode etik profesi berperan sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.

Pertemuan1 ETIKA & PROFESIONALISME TSI

1. Jelaskan Pengertian dari Etika, Profesi dan Profesionalisme : 

 Etika Adalah berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer,teknik dan desainer.

Profesionalisme adalah sifat-sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang sewajarnya terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal daripada profesion yang bermakna berhubungan dengan profesion dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, . Jadi, profesionalisme adalah tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional.


2. Sebutkan ciri khas profesi dan ciri profesionalisme

- Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya. Daftar karakterstik ini tidak memuat semua karakteristik yang pernah diterapkan pada profesi, juga tidak semua ciri ini berlaku dalam setiap profesi:

1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik.
2. Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.
3. Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
4. Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
5. Pelatihan institutional: Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
6. Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
7. Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
8. Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
9. Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
10. Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
11.Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.


Ciri-ciri profesionalisme:

1. Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi.
2. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
3. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya.
4. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.


3. Jelaskan Kode etik profesional 

kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum.

Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional

Sabtu, 25 Januari 2014

PENGAMANAN LAYANAN TELEMATIKA

Layanan Informasi adalah penyampaian berbagai informasi kepada sasaran layanan agar individu dapat memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya. Informasi adalah salah satu asset penting yang sangat berharga bagi kelangsungan hidup suatu organisasi/bisnis, pertahanan keamanan dan keutuhan negara, kepercayaan publik atau konsumen, sehingga harus dijaga ketersediaan, ketepatan dan keutuhan informasinya. . Informasi dapat disajikan dalam berbagai format seperti: teks, gambar, audio, maupun video.

Tujuan layanan informasi secara umum agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus terkait dengan fungsi pemahaman (paham terhadap informasi yang diberikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalahnya. Layanan informasi menjadikan individu mandiri yaitu memahami dan menerima diri dan lingkungan secara positif, objektif dan dinamis, mampu mengambil keputusan, mampu mengarahkan diri sesuai dengan kebutuhannya tersebut dan akhirnya dapat mengaktualisasikan dirinya.

Keamanan adalah suatu yang sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jariangan tidak mudah hilang. Sistem keamanan membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkan antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus. Keamanan jaringan di sini adalah memberikan peningkatan tertentu untuk jaringan. Peningkatan keamanan jaringan ini dapat dilakukan terhadap :

1. Rahasia (privacy)
Dengan banyak pemakai yang tidak dikenal pada jaringan menebabkan penyembunyian data yang sensitive menjadi sulit. Keterpaduan data (data integrity). Karena banyak node dan pemakai berpotensi untuk mengakses system komputasi, resiko korupsi data adalah lebih tinggi.

2. Keaslian (authenticity)
Hal ini sulit untuk memastikan identitas pemakai pada system remote, akibatnya satu host mungkin tidak mempercayai keaslian seorang pemakai yang dijalankan oleh host lain

3. Convert Channel
Jaringan menawarkan banyak kemungkinan untuk konstruksi convert channel untuk aliran data, karena begitu banyak data yang sedang ditransmit guna menyembunyikan pesan. Keamanan dapat didefinisikan sebagai berikut :

• Integrity
Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang. pada aspek ini system menjamin data tidak dirubah tanpa ada ijin pihak yang berwenang, menjaga keakuratan dan keutuhan informasi serta metode prosesnya untuk menjamin aspek integrity ini.

• Confidentiality
Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang. pada aspek ini system menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi hanya dapat diakses oleh orang yang berwenang dan menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan.

• Authentication
Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu.

• Availability
Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan. pada aspek ini system menjamin data akan tersedia saat dibutuhkan, memastikan user yang berhak dapat menggunakan informasi dan perangkat terkait.

• Nonrepudiation
Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan. Keamanan informasi diperoleh dengan mengimplementasi seperangkat alat kontrol yang layak dipakai, yang dapat berupa kebijakan-kebijakan, struktur-struktur organisasi dan piranti lunak.

 Metode pengamanan layanan telematika antara perangkat menggunakan kabel dengan perangkat wireless

- Layanan Informatika di Bidang Informasi Penggunaan telematika dan aliran informasi harus berjalan sinkron dan penggunaanya harus ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiksinan dan kesenjangan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, teknologi telematika juga harus diarahkan untuk menjembatani kesenjangan politik dan budaya serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat. Salah satu fasilitas bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yaitu melalui internet dan telepon. Ada baiknya bila fasilitas publik untuk mendapatkan informasi terus dikembangkan, seperti warnet dan wartel. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra-sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan “e-commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk Balai-balai Informasi. Untuk melayani lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.

- Layanan Keamanan Layanan keamanan merupakan layanan yang menyediakanan keamananinformasi dan data. layanan terdiri dari enkripsi, penggunaan protocol, penentuan akses control dan auditin. Layanan keamanan memberikan fasilitas yang berfungsi untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan atau beroperasi tidak seharusnya. dengan kata lain layanan ini sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jaringan tidak mudah terhapus atau hilang. Kelebihan dari layanan ini adalah dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan. Contoh layanan keamanan yaitu: 
a. navigation assistant 
b. weather,stock information 
c. entertainment and M-commerce. 
d. penggunaan Firewall dan Antivirus

Jumat, 19 April 2013

PEMBANGUNAN SISTEM PENJUALAN ONLINE PADA TOKO INDAH JAYA FURNITURE SURAKARTA


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang
Toko Indah Jaya furniture ini merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang penjualan furniture perlengkapan alat-alat rumah tangga seperti meja, kursi, lemari, tempat tidur dan lain-lain. Toko ini masih memerlukan perluasaan dalam bisni penjualan produk-produk yang disediakan oleh Toko Indah Jaya Furniture. Oleh sebab itu Toko Indah Jaya Furniture ini mempunyai permasalahan bagaimana caranya untuk memperluas dalam mendapatkan pelanggan baik di dalam daerah maupun di luar daerah. (wawancara,2012) Untuk memecahkan permasalahan di atas Toko Indah Jaya Furniture ingin membangun sebuah sistem penjualan online (e-commerce) untuk mempromosikan produk yang dibuat oleh toko Indah Jaya furniture. Saat ini internet telah menjadi salah satu infrastruktur komunikasi yang termurah dan jangkauan penerimaan yang luas dan tanpa batas, maka internet-pun sering digunakan sebagai media alternaif untuk menjalankan suatu usaha maupun bisnis. Selain digunakan sebagai media informasi dan komunikasi, internet juga dapat digunakan sebagai proses jual beli produk, jasa dan media informasi yang lengkap secara online. Atau suatu transaksi keuangan melalui internet antara penjual dan pembeli yang lebih dikenal dengan e-commerce. Dengan keunggulan internet yang dapat melakukan pelayanan tanpa ada batas waktu, akses yang mudah dan biaya yang terjangkau serta kemudahan - kemudahan lainnya, membuat semakin banyak pembisnis yang berkecimpung kedalam e-commerce.Dengan dibangunnya sistem penjualan online tersebut para pelaku bisnis atau usaha baik itu perusahaan menengah kebawah atau perusahaan menengah ke atas dapat memanfaatkannya sebagai suatu media untuk mempromosikan perusahaannya serta produk-produk yang dimilikinya, agar dapat dikenal lebih luas. Dan diharapkan dapat mempermudah konsumen yang akan membeli produk-produk yang di tawarkan oleh pelaku usaha tanpa harus datang ke tempatnya secara langsung.

1.2 Batasan masalah
1. Objek penelitian ini adalah Toko Indah
Jaya Furniture .
2. Software yang digunakan PHP , MySQL ,
Notepad ++,

1.3  Tujuan penelitian
Menyajikan suatau program penjualanonline berbasis web yang dapat membantuToko Indah Jaya Furniture mempromosikanproduk – produk yang dimiliki.



1.4  Metode Penulisan
Dalam pembuatan dan penyusunan pemulisan ini digunakan metode observasi yaitu dengan pengumpulan data dari berbagai priduk dan terhadap pengamatan yang akan di buat.




BAB 2
PEMBAHASAN
1.1 Pengertian Internet.
Merupakan rangkaian hubungan jaringan computer yang dapat diakses secara umum di
seluruh sedunia, yang mengirimkan data dala bentuk paket data berdasarkan standart
internasional protocol (IP).Lebih dalam lagi internet adalah kumpulan jaringan dari
jaringan-jaringan computer dunia yang terdiri dari jutaan unit-unit kecil.(Yuhefizar, M.Kom 2011)

2.2 Informasi
Merupakan data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang (Abdul Kadir, 2003)

2.3 E-commerce
Merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat pembelian dan penjualan
barang dan jasa melalui jaringan elektronik. e-Commerce merupakan suatu himpunan
dinamis antara teknologi, Aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan ,
konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan, dan informasi yang dilakukan secara elektonik. (David Baum, “Business Links,” Oracle Magazine)

2.4 PHP
PHP (PHP : Hypertext Preprocessor) adalah bahsa server-side scripting yang menyatu
dengan HTML untuk membuat halaman web yang dinamis. Karena php merupakan server side scripting maka sintaks dan perintahperintah PHP akan dieksekusi di server kemudian hasilnya akan dikirim ke browser

2.5 Domain Dan Hosting
Domain adalah nama unik yang digunakan untuk mengidentifikasikan nama server
hosting pada jaringan internet, Domain ini untuk mempermudah penyebutan atau
pemanggilan data / informasi pada sebuah server. Hosting adalah tempat menyimpan file-file website. Bisa diibaratkan jika domain adalah sebuah alamat maka hosting adalah rumah dari alamat tersebut.

2.6Identifikasi Masalah
Peneliti melakukan dentifikasi masalah dengan menggunakan metode wawancara, adapun wawancara dari peneliti dengan user /
pengguna sebagai berikut :
PENELITI : Bagaiman sistem penjualan
produk di toko ini ?
USER : Disini sistem penjualannya
masih secara manual /
konvensional.dimana pembeli
datang langsung kesini.
PENELITI : Dengan sistem yang
sekarang berjalan gimana
pendapatan toko bapak ?
USER : pendapatan / Omset setiap
bulannya kurang lebih 50 juta
, tetapi dirasa masih sangat
kurang.
PENELITI : Dengan sistem penjualan
yang konvensional adakah
permasalahan yang bapak
rasakan ?
USER : permasalahan yang pertama
pembeli hanya berasal dari
daerah sekitar Surakarta, ke
dua kesulitan memperluas
pasar produksi dan dalam
mendapatkan pelanggan baik
di dalam daerah maupun di
luar daerah.
PENELITI : Bagaimana kalau saya
membuatkan cara sistem
penjualan online?
USER : Ya,bagus
PENELITI : Harapan bapak dengan
sistem penjualan online ini
apabila sudah berjalan
nantinya ?
USER : Harapan kami dengan
adanya sistem ini, supaya
dapat menambah
pendapatan / omset yang
dirasa masih sangat kurang
dan juga kami berharap toko
indah Jaya Furniture kami
semakin banyak dikenal
bukan hanya didaerah
Surakarta.




BAB 3
PENUTUPAN


3.1 Kesimpulan
1. Toko Indah Jaya Furniture saat ini sudah memiliki sistem penjualan online sebagai sarana promosi penjualan yang dapat di akses dimanapun dan kapanpun dengan menggunakan koneksi internet.
2. Customer dapat langsung melihat produk baru dari E-Commerce online sehingga dapat melakukan proses pembelian secara langsung tanpa harus datang ke toko tersebut.
3. Sistem E-commerce online dapat mempermudah proses transaksi pembelian produk furniture.
4. Tampilan website penjualan online sudah bagus sesuai standar web ecommerce.

3.2 Saran
1) Diharapkan Bagi pemilik toko Indah Jaya Furniture Untuk dapat menyediakan SDM khusus untuk melayani pemesanan via ecommerce demi kelancaran penjualan via internet..
2) Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat menambahkan sistem retur dalam program e-commerce.

3.3 Daftar pustaka

[1] Jurnal Ilmiah Komputer : Sriyanto (2012). UNDIP. Rancangan Bangu Sistem Informasi E-Commerce Untu Jaringan Penjualan Sepeda Moto Bekas Studi Kasus Di Bedangan Motor Semarang, 7, 231 – 236.
[2] Sri Haryanti, Bambang Eka Purnama, Tri Irianto, (2012).
Rancang Bangun Sistem Informasi Ecommerce Untuk Usaha Fashion Studi Kasus Omah Mode Kudus Jurnal Speed Wen13 Vol 2 No 2 – 2012. [3] Ida Astarina, Berliana kusuma Riasti, (2012), Pembuatan Sistem Penjualan Online Pada Toko Pn Musik Sukoharjo, Jurnal Speed 13 – Vol 2 No 2. ISSN: 9772088015
[4] Muhammad Luqman, Indah Uly Wardati, Perancangan Sistem Informasi Penjualan Laptop Pada Commanditaire Vennotschaap (Cv) Sembilan Sembilan, Jurnal Speed 13 FTI UNSA Vol 9 No 2 – Agustus 2012

Kamis, 21 Maret 2013

Kesalahan pada artikel

Antonim yang sudah digaris bawahi yang berada diartikel tersebut adalah :
 1. Mantan menjadi bekas
2. Mangkir menjadi tidak hadir
3. kemenakannya menjadi keponakannya
4.Vonis menjadi hukuman

Senin, 05 November 2012

Tugas bahasa indonesia


Judul buku  :  KINERJA RAGAM ANTENA UNTUK MOBILE PHONE JAMMER
Penulis       : Dwi Putra Budi Wijaya1, Indra Dwi Joko Saputro2, Yuli 

penerbit     : STMIK - STIKOM Bali 23-25 Pebruari 2012



Latar belakang,Inti pembahasan, tujuan dan metedologi : Penggunaan mobile phone sudah merata diseluruh dunia, termasuk di Indonesia. Ponsel sudah menjadi kebutuhan primer. Hampir semua kalangan sudah memiliki teknologi canggih ini.
Namun adakalanya penggunaan teknologi mobile phone ini berdampak negatif yaitu dapat
menganggu aktifitas manusia di tempat tertentu.Misalnya di dalam kelas, tempat ibadah,
perpustakaan, ruang rapat, rumah sakit, perkantoran dan lain sebagainya
Untuk mengatasi hal tersebut maka dibuatlah Jammer untuk menahan sinyal masuk pada
ponsel. Jammer bekerja dengan mengacak sinyal yang diterima mobile phone sehingga mobile
phone tidak mendapatkan sinyal dari base station. Setiap jammer memiliki jarak jangkauan
yang berbeda-beda tergantung desain antena yang digunakan. Antena pada jammer dapat
diperluas area jangkauannya dengan cara memperbesar gain antena tersebut.
Pada paper ‘Jammer for mobile phone’,membahas mengenai permasalahan dalam
memilih komponen yang cocok untuk mobile phone jammer. Dari beberapa tipe jammer yang
ada, dipilih jammer tipe A yang memiliki komponen paling sederhana. Penelitian terfokus
pada pemilihan komponen VCO (Voltage Controlled Oscillator) yang sesuai. Untuk
mengembangkan penelitian tersebut, dilakukan dalam memilih dan merancang antena yang
sesuai untuk mobile phone jammer. [5] Disisi lain pada paper ‘Smart Jammer for
Mobile Phone System’, permasalahan yang ntimbul pada saat perancangan mobile phone
jammer yaitu pada konsumsi daya yang besar. Hal ini diatasi dengan merancang sebuah jammer
yang hanya melakukan transmisi ketika terjadi hubungan komunikasi antara base station dengan
mobile phone[1]. Penghematan daya juga dapat dilakukan dengan menggunakan antena yang
memiliki konsumsi daya yang kecil namun memiliki gain yang besar.
Sedangkan pada paper ‘Antenna for Mobile Jammer’, dilakukan penelitian untuk mengatasi
masalah perancangan jammer yang menggunakan biaya yang minimum namun
memiliki efisiensi yang tinggi. Penelitian dilakukan dengan simulasi perancangan jammer
dengan komponen sederhana serta mendesain antena microstrip untuk mobile phone jammer.
Tetapi itu hanya sebatas simulasi dan perlu direalisasikan untuk merancang antena yang
memiliki efisiensi tinggi untuk mobile phone jammer.[6].
Sistematika penulisan terdiri dari pendahuluan yang berisi latarbelakang serta
tujuan dari penulisan. Bagian selanjutnya mengenai teori dasar dan perancangan serta
realisasi dari penelitiaan yang dilakukan. Pada bagian akhir penulisan berisi kesimpulan dari

Kesimpulan : Dari hasil analisa yang telah dilakukan makadapat diambil     kesimpulan sebagai berikut:
a. Antenna yagi dapat meningkatakan efektivitas mobile phone jammer dengan
jangkauan 253% dan cakupan luas 403% dibandingkan dengan antena helix
menggunakan daya yang sama.
b. Antena yagi yang dibuat masih belum sempurna ditandai dengan besarnya side lobe
yang melebihi 10% dari main lobe yaitu sebesar 64%. Dimana karakteristik perbandingan
main lobe dan side lobe  pada antenna yagi yang ideal adalah 10%.


Daftar pustaka   : [1] Azzam, Sami; Hijazi, Ahmad dan Mahmoudy,
Ali, Smart Jammer for Mobile Phone System,
Beirut, Lebanon.

[2] Fitzsimons, Robert, 2007, Yagi design,
http://273k.net/gsm/designing-and-building-agsm-
antenna/yagi/, Diakses tanggal 26 Oktober
2011

[3] Helical Antenna, www.antennatheory.
com/antennas/travelling/helix.php,
Diakses tanggal 31 Oktober 2011

[4] Jisrawi, Ahmad, GSM 900 Mobile
Jammer,Amman, Jordan

[5] Panitjaroen, Natthawut; Panitjaroen, Anchalee
dan Khomyat, Tanapong, 2010, Jammer for
Mobile Phone Systems, Bangkok, Thailand,
Proceedings of the 1st International Conference
on Technical Education (ICTE2009), halaman
167-171.

[6] Sambhe, Vijay K.; Wasule, Archana; Kale, Dilip
S. dan Shikha Neema, 2008, Antenna for Mobile
Phone Jammer, USA, First International
Conference on Emerging Trends in Engineering
and Technology, halaman 856-859.


Minggu, 07 Oktober 2012

Peranan bahasa Indonesia dalam kehidupan




          Bahasa Indonesia sangat penting di dalam kehidupan masyarakat Indonesia,berbagai macam fungsi bahasa Indonesia, contohnya:
~ Sebagai alat berkomunikasi
~Sebagai alat mengekspresikan diri
~Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi social:
~Sebagai alat kontrol social.
  jika tidak ada Bahasa Indonesia masyarakat Indonesia akan menjadi terpecah-pecah binggung akan bahasa satu sama lain, karena di Indonesia sendiri sangat banyak berbagai macam suku,bahasa,etis,adat,budaya dan sebagainya. karena itu, Peranan Bahasa Indonesia disini sendiri sangat penting sebagai Bahasa Nasional Indonesia, dengan adanya bahasa Indonesia, masyarakat Indonesia akan lebih mudah berkomunikasi dengan masyarakat lain suku,adat, budaya dan sebagainya. contohnya, Orang Jawa bertemu dengan Orang Sunda, karena masyarakat Jawa dan masyarakat Sunda sangat jauh berbeda bahasanya, disitulah peranan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional yang akan digunakan oleh masyarakat yang berbeda Bahasa itu. Bahasa Indonesia juga penting di dalam segala urusan bidang kerjaan atau usaha yang ada di Negara Indonesia, contohnya dalam Perekonomian Indonesia, akan sangat di gunakan Bahasa Indonesia dalam ekonomi di masyarakat Indonesia, untuk transaksi pembayaran,pembelian sewa dan untuk perjanjian dan sebagai macamnya, banyak pengusaha-pengusaha daerah yang sukses dan membuka usahanya di Ibu kota DKI Jakarta. Karena tidak mungkin pengusaha yang dating dari daerah akan menggunakan Bahasa dari daerah asalnya, contohnya pengusaha Restoran, tidak mungkin pengusaha dari daerah akan menggunakan Bahasa dari daerahnya sebagai di Buku Menu makanan, akan sangat membingungkan untuk masyarakat Indonesia lain mengerti Bahasa tersebut,
          Bahasa Indonesia juga memegang peranan terhadap game online, di game online sendiri ada tempat untuk melakukan chating sesama pemain game, dan pemainnya juga dari berbagai macam daerah di seluruh Indonesia, tidak hanya dari masyarakat Jakarta yang umumnya menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari, karena itu peranan Bahasa Indonesia penting untuk para pemain game, saat mereka chatting sesama pemain, mereka akan mengunakan Bahasa Indonesia untuk bersosialisasi, Sebagai Bahasa Nasionalnya, merekapun harus mempelajarinya. Terkadang masyarakat Indonesia sendiri masih kurang mengerti menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Di dalam pergaulan sendiri Bahasa memegang peranan penting, untuk mengatur tata  bahasa dan kata-kata yang baik dan benar, agar tidak terdengar kasar. Dalam bertutur kata sesama masyarakat Indonesia secara langsung maupun lewat pesan text email atau ber-sms, itu perlu juga menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, agar lawan bicara tidak jengah atau tersinggung membaca kata-kata pesan tersebut, tapi ada juga sekelompok masyarakat yang tidak peduli akan peranan Bahasa Indonesia, yang menggunakan bahasa Indonesia dengan acak-acakan, tidak teratur dan kasar. bahasa juga berperan sebagai sebagai media sosialisasi antar warga tetangga dan masyarakat sekitar, atau bahkan ketika ada kerja bakti, mengajak dengan bahasa yang baik dan benar agar orang menjadi semangat untuk di ajak berkerja sama.
 Peranan bahasa Indonesia juga sangat penting dalam memotivasi orang, agar orang termotivasi tentu orang itu harus dimotivasi dengan kata-kata yang baik dan benar yang tertata dan tidak berantakan, secara halus, agar penyemangatan untuk orang tersebut tersampaikan dan dapat menggugah perasaan orang tersebut, makanya peranan bahasa Indonesia sangatlah penting untuk segala macam bentuk masalah, pekerjaan, urusan social dan lain-lain. Untuk pengunaan Bahasa Indonesia dalam media social online, seperti facebook,twitter dan lainnya, itu juga memerlukan peranan bahasa Indonesia, agar tulisan status enak dilihat dan di pahami. Di dalam bidang pendidikan pun, Bahasa Indonesia juga salah satu peranan penting, dalam pengajaran anak sekolah yang masih dalam tahap pembelajaran, kadang guru harus hati-hati dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, karena murid yang masih polos dan masih butuh perkembangan akan menjadi menyimpang penggunaan bahasanya jika guru tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, Orang Tua pun memegang peranan penting terhadap anak yang masih berkembang, kata-kata harus di jaga, jangan sampai keluar kata-kata kasar, karena kebanyakan anak akan mengikuti perilaku Bahasa yang di keluarkan oleh orang tua juga, karena Orang tua harus menjadi contoh untuk anak tercinta.  Bahasa Indonesia sendiri dikenal atau terlahir sejak terjadinya sumpah pemuda, pada tahun 1928, pada saat itu digunakan lah bahasa Indonesia zaman dulu, karena bahasa Indonesia zaman dulu sewaktu masih baru muncul, dengan bahasa Indonesia yang sekarang ada ini, sangat jauh berbeda, karena sudah banyak yang berubah di dalam cara penulisan, lisan dan penyampaian arti nya, karena di dalam Negara Indonesia sendiri banyak berbagai macam adat bahasa dan budaya, oleh karna itu dipilih lah bahasa Indonesia sebagai bahasa yang menjadi bahasa utama atau bahasa nasional di dalam Negara Indonesia. 
Orang asingpun bisa belajar bahasa Indonesia, karena ada beberapa penelitian yang menyebutkan, bahkan bahasa Indonesia seharusnya bisa lebih mudah dipelajari dibandingkan bahasa inggris yang di jadikan sebagai bahasa internasional, Bahasa Indonesia memegang peranan penting dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan sumber daya manusia yang relevan dengan perkembangan zaman. Karena itu, peningkatan pendidikan bahasa Indonesia di sekolah-sekolah perlu dilakukan melalui peningkatan kemampuan akademik para pengajarnya.
Fungsi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia adalah sebagai sarana pengembangan penalaran. Pembelajaran bahasa Indonesia selain untuk meningkatkan keterampilan berbahasa, juga untuk meningkatkan kemampuan berpikir, bernalar, dan kemampuan memperluas wawasan.
Peningkatan fungsi bahasa Indonesia sebagai sarana keilmuan perlu terus dilakukan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seirama dengan ini, peningkatan mutu pengajaran bahasa Indonesia di sekolah perlu terus dilakukan.
Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia sudah berusia 79 tahun. Jika dianalogikan dengan kehidupan manusia, dalam rentang usia tersebut idealnya sudah mampu mencapai tingkat kematangan dan kesempurnaan, sebab sudah banyak merasakan lika-liku dan pahit-getirnya perjalanan sejarah.
Untuk menggetarkan gaung penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, pemerintah telah menempuh politik kebahasaan, dengan menetapkan bulan Oktober sebagai Bulan Bahasa.
Namun, seiring dengan bertambahnya usia, bahasa Indonesia justru dihadang banyak masalah. Pertanyaan bernada pesimis justru bermunculan. Mampukah bahasa Indonesia menjadi bahasa budaya dan bahasa Iptek yang berwibawa dan punya prestise tersendiri di tengah-tengah dahsyatnya arus globalisasi? Mampukah bahasa Indonesia bersikap luwes dan terbuka dalam mengikuti derap peradaban yang terus gencar menawarkan perubahan dan dinamika? Masih setia dan banggakah para penuturnya dalam menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi yang efektif di tengah-tengah perubahan dan dinamika itu?
Jika melihat kenyataan di lapangan, secara jujur harus diakui, bahasa Indonesia belum difungsikan secara baik dan benar. Para penuturnya masih dihinggapi sikap inferior (rendah diri) sehingga merasa lebih modern, terhormat, dan terpelajar jika dalam peristiwa tutur sehari-hari, baik dalam ragam lisan maupun tulis, menyelipkan setumpuk istilah asing, padahal sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia.
Agaknya pemahaman, penghayatan, dan penghargaan kita terhadap bahasa nasional dan negara sendiri belum tumbuh secara maksimal dan proporsional. Padahal, tak henti-hentinya pemerintah menganjurkan untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan kaidah yang baik dan benar –setelah kaidah bahasa Indonesia oleh para pejabat Orde Baru dirusak dengan merubah akhiran "kan" menjadi "ken".
Akan tetapi, beberapa kaidah yang telah dikodifikasi dengan susah-payah tampaknya belum banyak mendapatkan perhatian masyarakat luas. Akibatnya bisa ditebak, pemakaian bahasa Indonesia bermutu rendah: kalimatnya rancu dan kacau, kosakatanya payah, dan secara semantik sulit dipahami maknanya. Anjuran untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar seolah-olah hanya bersifat sloganistis, tanpa tindakan nyata dari penuturnya (Sawali Tuhusetya, 2007).
Melihat persoalan di atas, tidak ada kata lain, kecuali menegaskan kembali pentingnya pemakaian bahasa Indonesia dengan kaidah yang baik dan benar. Hal ini –disamping dapat dimulai dari diri sendiri- juga perlu didukung oleh pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah.
Pembelajaran bahasa Indonesia tidak lepas dari belajar membaca, menulis, menyimak, berbicara, dan kemampuan bersastra. Aktivitas membaca merupakan awal dari setiap pembelajaran bahasa. Dengan membaca, siswa dilatih mengingat, memahami isi bacaan, meneliti kata-kata istilah dan memaknainya. Selain itu, siswa juga akan menemukan informasi yang belum diketahuinya. Dari hasil membaca, siswa dilatih berbicara, bercerita dan mampu mengungkapkan pen­dapat juga membuat kesimpulan.
Dengan menulis, siswa dapat merefleksikan hasil bacaan dan pengamatannya. Dengan menyimak, siswa dapat mengkomparasikan pengetahuannya dengan berbagai hal yang disimak. Dengan berbicara, siswa dapat mengaktualisasikan pengetahuannya dalam bentuk komunikasi dengan orang lain. Dengan kemampuan bersastra, siswa dapat menampilkan nilai estetis dari bahasa, baik lisan maupun tulisan.
Untuk menopang semua itu, guru bahasa Indonesia harus dapat memotivasi siswa agar rajin membaca, termasuk membaca surat kabar. Dengan membaca surat kabar, mereka mampu beropini, baik di kelas pada waktu belajar atau melalui majalah dinding (mading) yang ada di sekolahnya. Selanjutnya, siswa pun mampu beropini melalui media cetak. Saat ini media yang khusus untuk bacaan pelajar memang masih sangat sedikit, karena surat kabar terlalu didominasi media cetak hiburan.
Dengan membaca surat kabar setiap hari, ilmu pengetahuan siswa akan bertambah. Tanpa disadari sebenarnya mereka juga sedang belajar bahasa Indonesia. Setelah gemar membaca, siswa juga perlu dimotivasi untuk hobi menulis, menyimak, berkomunikasi dan bersastra. Guru akan merasa bangga kalau memiliki siswa yang berani mengungkapkan pendapat dengan bahasa yang santun dan logis.
Peranan bahasa Indonesia sendiri di dalam Media Massa ( pers ) merupakan alat penyampai informasi yang sangat penting dalam konteks kehidupan sosial bermasyarakat. Tanpa adanya  media massa, otomatis manusia hanya bisa menyampaikan dan menerima informasi melalui cara-cara tradisional seperti jaringan komunikasi berantai antara satu individu ke individu yang lain. Kehidupan sosial masyarakat sama sekali tidak lepas dari pengaruh media massa. Media Massa secara umum memiliki beberapa fungsi yaitu Media massa merupakan instrumen penting dalam pembangunan kemajuan suatu bangsa, sebagai alat untuk membentuk opini masyarakat, sebagai alat penyampai informasi yang aktual terjadi pada saat itu, sebagai alat untuk penutur budaya suatu suku/etnis dan masih banyak fungsi yang lain tergantung dari sudut pandang mana kita menilainya.
Karena itu bisa disimpulkan keberadaan media massa publik sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dari kemajuan suatu bangsa/negara. Pada bangsa yang berasaskan demokrasi, kebebasan lalu lintas penyebaran informasi biasanya diberi keleluasaan dan dijamin keberadaannya oleh konstitusi undang-undang. Dengan demikian media merupakan instrumen vital yang harus dimiliki oleh negara demokrasi dan media massa memiliki kontribusi besar dalam mengatrol dinamika perjalanan kehidupan suatu negara.
Media massa era sekarang  secara umum bisa dibagi dua yaitu media massa cetak yang berarti media massa memiliki fisik yang bisa disentuh secara fisik dan media massa elektronik dalam hal ini media yang memiliki perantara melalui audio, audio visual atau online. Kalau kita bicara mengenai media massa pasti tidak akan lepas dari yang namanya jurnalisme. Jurnalisme merupakan deretan  rangkaian proses pembentukan, pengolahan dan penuangan informasi ke dalam sebuah media massa. Dalam pengembangan informasi jurnalistik keberadaan bahasa pers sangat penting, bukan hanya sebagai penyampai pesan tapi juga sebagai developer bagi jurnalisme itu sendiri.
Bahasa sendiri memiliki berbagai pengertian antara lain sebagai sarana komunikasi antar individu baik itu verbal maupun non verbal dalam menyampaikan ide atau gagasan. Keberadaan Bahasa menjadi sangat penting apabila dikaitkan dengan keberlangsungan media massa. Bahasa dalam hal ini bahasa jurnalisme harus memiliki tata nilai dan norma yang mengatur keberlangsungan pelaksanaan jurnalisme itu sendiri. Tata nila dan norma inilah yang bisa mempengaruhi proses penuangan konsep dalam sebuah media massa sehingga nantinya diharapkan bisa mengakomodir penyampaian informasi dan mencerminkan pengaktualisasian sebuah konstruksi sosial yang terjadi. Bahasa bila dikaitkan dengan jurnalisme merupakan sebuah institusi yang membentuk opini dan arahan sosial. Penggunaannya di media sangat tergantung pada pemahaman dan kehandalan dari seorang jurnalis dalam menuliskan dan mengolah informasi dan konteks yang dituju oleh media massa tersebut dalam mempersuasikan sebuah informasi berita  ke masyarakat. Misalnya saja dalam penayangan iklan sebuah produk banyak media yang menggunakan istilah asing yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar. Hal ini tercermin dalam pemakaian istilah-istilah asing dalam jurnalistik yang sebenarnya makna dari istilah tersebut jauh dari definisi aslinya namun demi tujuan tertentu hal itu tetap dilakukan. Belum lagi iklan-iklan yang geaglinncar mempromosikan penggunaan bahasa asing dibandingkan bahasa Indonesia itu sendiri seperti dalam tagline suatu produk yang lebih mengutamakan bahasa asing daripada bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan yaitu sebagai bahasa nasional dan sebagai bahasa Negara sesuai dengan undang-undang dasar 1945. Selain itu bahasa Indonesia juga mempunyai empat fungsi sebagai berikut :
1.sebagai lambing kebangsaan Negara;
2. sebagai lambing identitas Negara;
3.alat penghubung antarwarga Negara, antar daerah, antar budaya;
4. alat yang menyatukan berbagai suku bahasa dengan latar belakang social budaya yang berbeda.
Dengan ini selesai penulisan ilmiah penulis, kesimpulannya Bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat Indonesia sangatlah penting dalam semua kegiatan social.
Bahasa Indonesia juga berperan menjebatani ketidaktahuan atau kekurang-pahaman masyarakat Indonesia akan bahasa asing dalam media massa di Indonesia. Apa jadinya kalau kalau semua berita, film atau siaran dari mancanegara disajikan atau di tayangkan begitu saja tanpa pengantar bahasa Indonesia oleh media masssa kepada masyarakat Indonesia.
Bahasa memiliki peranan dan fungsi bahasa tertentu yang digunakan bedasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat komunikasi, sebagai alat integrasi dan beradaptasi social dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat melakukan control social.